5 Aset yang Paling Menguntungkan dari Cash

Aset yang Paling Menguntungkan

5 Aset yang Paling Menguntungkan dari Cash – Kalian tahu nggak sih istilah Cash is King? Tau nggak bahwa cash di sini maksudnya bukan uang tunai dan ternyata ada 5 aset yang mirip sekali dengan Cash namun jauh lebih menguntungkan.

Setuju nggak sih banyak influencer keuangan bahkan pakar ekonomi itu yang nyaranin kita siapin cash dingin 20-30% dari total aset kita? Padahal maksudnya Cash Ini bukan berarti kita tarik uang tunai terus simpan di dompet. Bukan juga ambil dan simpan semua untuk tabungan di Bank, apalagi taruh di bawah kasur. Tapi investasiin ke tempat risiko yang jauh lebih rendah dan mudah dicairkan seperti cash.

Tapi emang kenapa sih kalau dijadiin uang tunai?

Coba bayangin ya, kita lagi duduk di atas uang 100 miliar. Terus kita bingung mau investasikan kemana. eh tau-tau inflasinya 9% dan nilai kekayaan kita secara tidak langsung itu turun menjadi 9 miliar hanya karena kita pegang uang cash. nyesek nggak sih?

Inilah 5 Aset yang Paling Menguntungkan dari Cash

So, buat kamu yang bingung mau taruh uang ke mana, ini adalah 5 aset yang lebih baik dari cash versi Bonar.ID yang pertama adalah

1. Reksadana Pasar Uang

Ini adalah salah satu jenis reksadana di mana aset kita tuh dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dan 100% uang kita itu ditaruh ke instrumen pasar uang seperti deposito dan surat berharga yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Reksadana Pasar Uang ini lebih baik dari cash karena:

  • pertama, Dia itu sangat rendah resiko dan mudah dicairkan. Cocok buat yang punya tujuan jangka pendek. Mau ditaruh untuk jangka panjang juga nggak masalah.
  • Kemudian yang kedua returnnya itu sekitar 3% sampai 6% per tahun sudah include pajak jauh lebih tinggi dari tabungan Bank yang cuma 0%-2% dan masih kenapa pajak tabungan 20% kemudian trennya juga naik terus, harganya naik terus apalagi suku bunga nih mau dinaikkan jadi akan positif sekali untuk Reksadana pasar uang.
  • Dan yang terakhir, tidak perlu repot karena ada manager investasi yang mengelola uangnya untuk kita.

Kriteria Memilih RDPU (Reksadana Pasar Uang)

Dalam memilih Reksadana Pasar Uang, Biasanya harus memperhatikan:

  • Pertama, aset Under Management atau dana kelolaannya harus berada di top 20 berdasarkan dana kelolaan di mana artinya banyak investor sudah percaya terhadap RDPU tersebut.
  • Kedua, return Reksadana Pasar Uang harus konsisten tinggi.

2. SBN Ritel

SBN Ritel
Image: Canva.com

Yang kedua ada SBN ritel atau surat berharga negara untuk retail. Ini mirip dengan deposito bank tapi bedanya SBN ini dikeluarkan oleh kementerian keuangan. Jadi intinya kita itu memberi utang kepada pemerintah untuk pembangunan dan sebagai returnnya, kita bakal dapat bunga atau imbal hasil atau sering juga disebut kupon.

Kenapa SBN ritel ini lebih baik daripada cash?

  • Pertama karena aman dijamin oleh negara. Tidak pernah ada sejarah gagal atau telat bayar sepanjang penerbitannya dari dulu sampai sekarang.
  • Kemudian ada yang versi konvensional dan juga versi syariah dan keduanya sama-sama bagus.
  • Kemudian bunga atau kupon di SBN itu sebesar 6,5% pertahun yang mana jauh lebih tinggi dibanding deposito yang cuma 4-5%,
  • Pajak SBN ini juga jauh lebih rendah cuma 10% dibandingkan dengan pajak deposito atau bulan bank itu 20%.
  • Bunga bisa cair setiap bulan dan fleksibel. Jadi cocok banget untuk yang mencari pasif income.

Jenis Pilihan SBN Ritel

Ada beberapa jenis SBN retail:

  • Pertama surat berharga negara yang konvensional ada yang namanya ORI, Obligasi Retail Indonesia. Ini bisa diperdagangkan dan dapat capital gain.
  • Dan kedua ada Saving Bond Ritel atau disingkat SBR. Kalau ini tidak bisa diperdagangkan dan kuponnya mengambang mengikuti suku bunga Indonesia jadi kalau suku bunga bank Indonesia naik, maka kupon dari SBR ini juga bisa ikut naik. Tapi kalau suku bunga dijual balik turun maka kupon SBR ini juga ada batas bawahnya. Jadi tidak akan ikut turun terus.
  • Kemudian ada surat berharga negara versi Syariah, SUKUK Ritel. Ini mirip sekali dengan ORI.
  • Suku Tabungan atau ST. Ini adalah SBR versi syariahnya.

3. Mata Uang Asing

Mata uang asing adalah salah satu Aset yang Paling Menguntungkan
Image: Canva.com

Ketiga adalah mata uang asing. Simpelnya, kita taruh uang dalam mata uang selain Rupiah (biasanya yang sering dipakai adalah US Dollar). Kenapa mata uang asing in US Dollar bisa lebih baik dari cash? Karena US Dollar adalah mata uang terkuat dan digunakan oleh 40% transaksi perdagangan di dunia. Selama Indonesia masih lebih banyak impor daripada ekspor maka mata uang Rupiah bakal selalu menurun trennya dari tahun ke tahun.

Hal ini terbukti dari pergerakan USD IDR dalam 10 tahun bahkan 20 tahun terakhir:

Screenshot Youtube

Cara Investasi Mata Uang Asing U.S Dollar

  • Punya dolarnya secara fisik
  • Beli secara digital lewat Mobil Banking (One Mobile Genius, Digibank dan Bank digital lainnya)
  • Beli dollar lewat crypto dalam bentuk USBT atau USDC

Risiko Investasi Mata Uang

Investasi Mata Uang Asing juga memiliki risiko:

  • Country Risk (Krisis, Perang, Gagal bayar utang negara)
  • Currency Risk (Jika mata uang Rupiah menguat, maka U.S Dollar melemah
  • Crypto Exchange Risk (Sulit withdraw jika platform bermasalah)

4. Emas

emas batangan
Image: Canva.com

Yang keempat, Aset yang Paling Menguntungkan selain cash adalah Emas. Salah satu investasi konservatif dan enggak ribet, Karena di dalamnya cuma ada harga jual dan harga beli.

Kenapa emas itu lebih baik dari cash? karena:

  • Harganya cenderung naik walaupun agak tipis-tipis
  • Emas ini cocok sebagai pelindung nilai aset kita agar tidak termakan sama inflasi.
  • Anti Resesi

Untuk investasi emas ada banyak pilihannya:

  • Fisik dalam bentuk emas batangan (tidak disarankan mas perhiasan untuk investasi).
  • Kedua ada emas digital dimana kita investasi di platform online atau tabungan emas Pegadaian misalnya.

Emas juga pasti punya resiko:

  • Emas fisik itu bisa hilang dan biaya penyimpanan untuk emas fisik lumayan mahal.
  • Harus taruh di deposit box atau brankas tertentu.
  • Emas fisik itu tidak Liquid dimana kalau kita mau jual ya kita harus pergi ke toko emas terdekat dulu baru bisa dapat uangnya.
  • Selain itu di emas juga ada spread antara harga beli dan harga jual.

5. Deposito Bank Digital

Yang terakhir, Aset yang paling menguntungkan adalah deposito Bank digital. Konsepnya sama persis kayak deposito Bank biasa. Tapi lebih gampang tinggal buka melalui di apps.

Kenapa deposito Bank Digital itu lebih baik daripada cash?

  • Pertama karena returnnya lebih gede daripada tabungan atau deposito Bank biasa. Kalau bank digital itu bisa 6-7% per tahun. Sedangkan bank biasa itu mungkin 0% s/d 2%
  • Dan jangka waktu depositonya bisa lebih fleksibel. Ada yang sangat pendek cuma 1 bulan aja dan biasanya fiturnya lebih banyak,
  • Bebas biaya admin, free transfer dan lain sebagainya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *