Kisah Sukses Mahindra – Naif, Bodoh & Polos Menjadi Market Leader

Kisah Sukses Mahindra – Jadi anda ingin berinovasi, tapi ada ragu karena anda tidak punya cukup pengalaman dalam bidang inovasi yang Anda inginkan garap? Jangan khawatir. Kurang pengalaman itu justru akan membuat Anda lebih inovatif.

Ternyata ada tiga keunggulan yang dimiliki oleh orang yang tidak berpengalaman dibandingkan dengan orang yang berpengalaman. Ketiga kumpulan itu adalah

  1. Naif,
  2. Polos,
  3. Bodoh

Mahindra bersaudara memiliki ketiganya dan itu membuat mereka mampu membangun perusahaan konglomerasi Global yang beroperasi di 100 negara di dunia.

Dan inilah kisahnya

Tak Punya Pengalaman (Kisah Sukses Mahindra)

Kisah Sukses Mahindra
Sumber: Wikipedia

Dua bersaudara Kailash Mahindra dan Jagdish Mahindra bersama kawan mereka Malik Muhammad mendirikan perusahaan perdagangan besi di tahun 1945 bernama Mahindra & Muhammad. Kantor mereka berada di Mumbai, India.

Kemudian di tahun 1927, Muhammad memutuskan untuk pindah ke Pakistan yang mengakibatkan berakhirnya kemitraan mereka. Mahindra and Muhammad pun berubah nama menjadi Mahindra and Mahindra disingkat dengan MnM.

Kisah Sukses Mahindra

Pada tahun yang sama, MNM memutuskan untuk masuk ke industri otomotif melalui kerjasama lisensi untuk memproduksi Willys Jeep di India. Ide bisnis itu terpicu saat Mahindra menyaksikan sendiri keandalan Willys Jeep yang saat itu dibawa masuk ke India oleh Amerika Serikat untuk digunakan sebagai kendaraan pasukan tempur di ujung Perang Dunia Kedua.

Baca: Kisah Sukses Nintendo – Gara-Gara Tukang Sapu

Willys Jeep tidak membutuhkan jalan karena mampu membuat jalannya sendiri.

Saat itu India tidak punya banyak jalan dan juga nggak punya uang untuk membuat jalan. Nah dalam benak Mahindra, Willys Jeep adalah kendaraan yang sempurna untuk kondisi India itu. Bentuk konstruksinya yang sederhana dan minimnya biaya investasi membuat Mahindra mantap memproduksi mobil Jeep.

Masalahnya cuman satu. Mahindra enggak punya pengalaman berbisnis otomotif dan lebih parah lagi, Ia enggak tahu apa-apa tentang otomotif.

Nah ternyata, justru itulah yang menjadi keunggulan MNM. Orang yang tidak berpengalaman itu naif sehingga ia akan bertanya banyak pertanyaan yang bagi orang berpengalaman. Terlalu gengsi Untuk ditanyakan pertanyaan itu kemudian membuka berbagai peluang dan kemungkinan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Orang yang tidak berpengalaman itu polos. Dia tidak memiliki asumsi-asumsi dasar yang dianggap sebagai kebenaran dalam bidang garapannya sehingga dia akan rajin melakukan eksperimentasi yang kemudian menghasilkan temuan-temuan baru.

Itu tidak terjadi pada orang berpengalaman karena kreativitasnya sudah terpenjara oleh asumsi-asumsi yang ada dikepalanya.

Orang yang tidak berpengalaman itu merasa bodoh. Dia akan belajar dari siapa saja, dalam kesempatan apa saja sehingga dia dapat informasi dan ilmu-ilmu baru dari beragam sumber yang kemudian memicunya untuk melakukan cara yang tidak biasa.

Sementara orang yang berpengalaman merasa tahu segalanya. ilmu yang ia miliki justru jadi batasan bagi kreativitasnya sendiri.

Naif, Polos dan Bodoh

Kenaifan membuat Mahindra bertanya:

  • Apa itu Mobil?
  • Apa yang harus ada pada mobil?
  • Apa yang diinginkan orang dari sebuah mobil?

Pertanyaan naif itu mengantarkan MNM ke Frugal Innovation sebuah strategi inovasi yang dilakukan dengan cara menghilangkan fitur-fitur yang kurang esensial sehingga bisa menekan biaya semaksimal mungkin.

MNM memulai produksi Willys Jeep di Mumbai. Dan di tahun 1949, Willys Jeep pertama dengan nama resmi Willys Jeep CJ-2A mulai dipasarkan.

Sementara itu kepolosan Mahindra membuat MNM tidak takut bereksperimen, tapi mereka terus melakukan serangkaian uji coba untuk mencari formula yang tepat dalam rangka membangun mobil terbaik untuk pasar daerah pedalaman India.

MNM juga melakukan eksperimentasi pada metode produksinya dan hasilnya MNM jadi tahu apa yang pasar sukai dan juga metode produksi yang paling efektif sekaligus efisien untuk membuatnya.

Dari model CJ-2A lahirlah model CJ-3A dan kemudian model Jeffrey yang mendapat pengakuan dari berbagai kalangan sebagai Death pertama yang India banget

Sumber: https://www.kaiserwillys.com/

Jeep ini digunakan dimana-mana oleh setiap sektor dari pasukan pertahanan dan polisi hingga layanan transportasi pedesaan di pedalaman India.

CJ

30 tahun sejak Willys Jeep pertama dirilis, MNM masih terus melakukan eksperimentasi.

Pada tahun 1979, MNM mengambil lisensi mesin diesel dan transmisi dari Pozo untuk dimasukkan ke CJ. Kemudian transmisi dan kotak transfer yang bersumber dari KIA dipasang di Jepp India.

Isuzu juga merupakan pemasok mesin dengan unit bensin 1,8 liter.

Pada tahun 1996, MNM berencana memasuki segmen SUV dengan produk baru yang mampu bersaing secara global.

Menyadari bahwa dirinya bodoh dalam kata lain tidak memiliki pengetahuan teknis untuk menangani produk ambisius seperti itu, MNM melakukan pendekatan yang radikal dalam membangun produk impiannya. Bukan hanya sekedar mempekerjakan eksekutif baru yang pernah bekerja di industri otomotif di negara barat, MNM melibatkan semua pemasoknya untuk ikut serta mendesain dan membangun mobil SUV mereka.

MNM datang ke para supplier untuk belajar bukan untuk mendikte mereka. satu-satunya masukkan dari Mahindra adalah desain spesifikasi, kinerja dan anggaran. perancangan dan Rekayasa Sistem dilakukan oleh pemasok juga pengujian validasi dan pemilihan bahan.

Sumber dan lokasi pengembangan juga dipilih oleh pemasok. Bagian-bagian itu kemudian dirakit di pabrik Mahindra. Dan dari sanalah lahir SUV Mahindra Scorpio

SUV Mahindra Scorpio
SUV Mahindra Scorpio

Produk andalan berkualitas tinggi dengan biaya produksi yang rendah, dengan cara itu MNM mampu mengembangkan produk baru dengan biaya hanya sepertiga dari yang biasa dikeluarkan oleh produsen mobil lainnya yang ada di dunia.

Harga jual Scorpio pun 30% hingga 40%, jadi produk pesaing yang memiliki spesifikasi yang sama.

Jalan Lebar Inovasi

Kenaifan kepolosan dan kebodohan MNM membuatnya mampu menjual lebih banyak unit mobil dibandingkan Ford, Renault dan para pemain lama yang selama menguasai pasar otomotif di India.

Dan saat ini bisnis MNM sudah berkembang jauh mencakup 18 industri utama yang membentuk fondasi setiap ekonomi modern yaitu

  • Aerostructures
  • Aftermarket
  • Agri Industry
  • Boat,
  • Clean Energy
  • Consulting, dan masih banyak lagi.
Screenshot: https://www.mahindra.com/mahindra-services-and-businesses

Mahindra group kini memiliki 150 perusahaan yang masing-masingnya memiliki kebebasan untuk berkarya dan mencari jalan terbaiknya sendiri. Mahindra menyebutnya sebagai sebuah Federasi.

Model bisnis yang unik ini menjadikan Mahindra sebagai grup multinasional senilai 16,5 milyar US Dollar dengan lebih dari 180.000 karyawan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Saya berharap, setelah menyimak kisah sukses Mahindra tadi anda jadi enggak ragu untuk mulai melakukan inovasi.

Disaat ketika pengetahuan dan pengalaman kerap kali justru menjadi batasan yang membuat Anda terjebak pada cara-cara lama.

Kenaifan, kepolosan dan kebodohan membuka jalan untuk inovasi. Sejati jadi siapapun Anda apapun posisi anda dan seberapa pun Anda merasa belum cukup cakap, sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk Anda mulai berinovasi di perusahaan Anda, di bisnis Anda, di kehidupan Anda.

Saatnya kagetkan dunia dengan karya-karya Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *