Kisah Sukses Nintendo – Gara-Gara Tukang Sapu

Dibalik Kisah Sukses Nintendo – sejak didirikan lebih dari 130 tahun yang lalu, Nintendo yang merupakan perusahaan game terkemuka asal Jepang mengalami jatuh-bangun dua kali. Nintendo berada pada titik terkahirnya dan dua kali pula muncul pahlawan yang menyelamatkan perusahaan.

Pahlawan yang muncul dari tempat yang tidak terduga. Seorang petugas kebersihan dan seorang karyawan magang.

Dari dua orang ini lahirlah Game Boy, Don kingkong, Mario Brothers dan Legend Of Zelda.

Ini adalah kisah tentang inovasi yang bisa muncul dari siapa saja. Ini bisa jadi kisah Anda nanti.

Evolusi Bisnis Nintendo – Kisah Sukses Nintendo

Sumber: Wikipedia

Nintendo sejak awal sudah identik dengan inovasi pada tahun 1889 Fujisaro Yamauchi sang pendiri Nintendo membuat sebuah inovasi dalam permainan kartu. Kartu Remi yang kita kenal saat ini masuk ke negara Jepang sejak abad ke-16 dan identik digunakan sebagai permainan untuk berjudi.

Seiring berjalannya waktu, permainan kartu tersebut dilarang oleh pemerintah Jepang mengikuti kebijakan ditutupnya Jepang untuk negara lain.

Melihat situasi ini, Fujisaro justru melihat adanya peluang untuk berinovasi. Fujisaro menciptakan kartu dengan desain yang berbeda yang kemudian dikenal dengan Hanafuda yang berarti flowers card atau kartu bunga.

Sumber: Wikipedia

Kartu Remi yang populer dan kita tahu biasanya terdiri dari empat jenis bentuk dan 12 angka. Fujisaro dengan idenya membuat Hanafuda yang terdiri dari empat musim dan 12 bulan.

Sangat cerdik kan, ya..

Fujisaro kemudian mendirikan perusahaan bernama Nintendo Kopay yang memproduksi dan menjual Hanafuda. Kata “Kopay” berarti kartu dalam bahasa Jepang.

Hanafuda ini kian meningkat popularitasnya terutama di kalangan Yakuza yang memainkan kartu ini untuk taruhan.

Selama satu dekade, Nintendo Kopay berhasil menjadi produsen kartu permainan terbesar di Jepang.

Di tahun 1929, kedudukan Fujisaro sebagai presiden dari Nintendo Kopay digantikan oleh cucunya Hiroshi Yamauchi yang saat itu usianya 21 tahun. Usia muda dan pengalaman yang sedikit membuat para pekerja saat itu mempertanyakan kredibilitas dan kemampuan Hiroshi untuk menjalankan perusahaan.

Namun, itu tidak membuat Hiroshi gentar. Ia justru berniat untuk melakukan perubahan di dalam bisnis Nintendo Kopay.

Nintendo menjadi perusahaan pertama di Jepang yang membuat kartu berlapis plastik dan bekerjasama dengan Walt Disney bisnis dengan menampilkan gambar karakter Disney pada kartu-kartu nya.

Inovasi ini cukup efektif untuk menghalau persaingan dengan produk impor. Di saat yang sama, Nintendo dapat meraih pasar yang lebih luas seperti ke anak-anak muda dan juga keluarga.

Walaupun begitu, Hiroshi sadar bahwa ruang pengembangan dalam bisnis kartu ini terbatas. Maka Hiroshi memutuskan untuk mengubah nama perusahaan dari Nintendo Kopay menjadi Nintendo saja “tanpa Kopay” agar bisnis perusahaan tidak terbatas hanya ke permainan kartu saja. Dengan perubahan itu Nintendo kemudian meluncurkan beberapa produk seperti beras instan, perusahaan taksi dan juga Love Hotel.

Keputusan diversifikasi bisnis itu memang membuahkan penghasilan bagi Nintendo. Tapi ternyata, nggak membuat Nintendo sukses karena terbebani biaya dan hutang yang banyak untuk pengembangan usaha baru tadi.

Akhirnya Hiroshi memilih Untuk menghentikan strategi diversifikasi itu dan kembali menjual Hanafuda dengan memperluas jalur distribusinya. Menggunakan Departemen Store dan toko mainan yang pada saat itu sedang berkembang pesat di Jepang.

Sadar bahwa ia tidak bisa terus-menerus menggantungkan perusahaannya pada bisnis kartu, maka Hiroshi berupaya untuk mencari inovasi-inovasi baru dan untuk itu ia mempekerjakan banyak sekali lulusan Universitas teratas di Jepang.

Tapi yang tidak disangka-sangka Ternyata berkembangnya Nintendo hingga bisa menjadi perusahaan gaming papan atas seperti sekarang bukan dikarenakan para lulusan Universitas terbaik tersebut. Melainkan karena kontribusi seorang petugas kebersihan.

Karyawan Magang dan Petugas Kebersihan

Di tahun 1965 Gunpei Yokoi seorang mahasiswa Electrical Engineering di salah satu universitas di Jepang pada saat itu sedang mencari pekerjaan sambil berjuang untuk bisa menyelesaikan gelarnya.

Karena semua perusahaan yang ia lamar menolak dia, maka ia akhirnya memutuskan untuk mengambil pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Nintendo yang mana itu merupakan pilihan terakhirnya.

Tanpa diduga ternyata pilihan terakhir itu justru menjadi pintu kesuksesan. Bukan hanya untuk dia tapi juga untuk Nintendo.

Suatu hari disela pekerjaannya dan ia iseng memotong potongan kayu kemudian menyatukannya secara bersilangan. Dia kemudian menempelkan alat penjepit di ujungnya yang digunakannya untuk mengambil barang dari kejauhan.

Itu adalah cara dia untuk menghibur dirinya disaat senggang.

Suatu ketika Hiroshi lewat dan melihat dan Gunpei Yokoi sedang bermain dengan penemuannya itu. Hiroshi pun memanggil Gunpei ke kantornya. Waktu itu Gunpei takutnya bukan main.

“aku pasti akan dimarahi habis-habisan” begitu pikir dia. Tapi ternyata, tidak disangka Hiroshi justru meminta akan Gunpei untuk mengubah penemuannya itu menjadi mainin pertama dari Nintendo yang kemudian dinamakan Ultra Hand.

ultra hand
beforemario.com

Penemuan itu menjadi salah satu permulaan perubahan-perubahan besar berikutnya yang membuat Nintendo tumbuh berkembang.

Penjualan Ultra Hand tembus hingga lebih dari satu juta unit. Hal ini membuat Gunpei dipercayai untuk membuat mainan lainnya seperti, tendrillion Bell puzzle, Shiritori Ultra machine dan Love Tester.

Gunpei membuat mainan sampai tahun 1974 ketika Nintendo memutuskan untuk membuat video game.

Saat Gunpei bepergian di kereta api cepat Shinkansen, ia melihat seorang pengusaha yang tengah duduk bosen bermain-main dengan kalkulator LCD dengan menekan tombol-tombolnya.

Di situ Gunpei mendapat ide untuk membuat video ini yang kemudian disebut dengan Game & Watch. Dari situ Gunpei membuat beragam permainan elektronik genggam yang kemudian berujung pada penciptaan Game Boy. Produk Nintendo yang sangat sukses secara global.

Tahun 1977, Shigeru Miyamoto seorang lulusan desain industri masuk kerja di Nintendo sebagai karyawan magang di bagian perencanaan. Setelah gagal menembus pasar Amerika, Hiroshi perlu membuat permainan arcade baru.

Sayangnya semua desainer dan developer game di Nintendo sedang sibuk-sibuknya dengan Project mereka masing-masing. Akhirnya tugas itu jatuh ke Shigeru yang belum punya pengalaman pembuat game sama sekali. Dan Gunpei Yokoi minta untuk membantu mensupervisi proyek pembuatan game baru tersebut.

Walau tanpa pengalaman, Shigeru tertantang untuk mencoba.

Shigeru sangat menyukai cerita. Ia pun punya ide untuk memasukkan unsur cerita dalam game. Menurut dia, cerita yang bagus akan memberikan kedalaman pada sebuah permainan dan mendorong pemain untuk terus memainkannya hingga ceritanya tuntas.

Terinspirasi oleh cerita Beauty And The Beast dan Kingkong, Shigeru menciptakan permainan Donkey Kong.

Ketika tim Nintendo mendengar ide permainan itu, mereka langsung pesimis. Buat mereka Don Kingkong gak akan sukses di pasar.

Untungnya Hiroshi punya pandangan yang berbeda. Ia tetap meminta Shigeru untuk membuat game itu dengan segala resikonya. Merilis game itu di tahun 1981 dan tanpa disangka game itu ternyata menjadi permen Hit pertama yang dirilis oleh Nintendo dan menghasilkan jutaan dolar untuk perusahaan.

Sejak saat itu, Shigeru terus berinovasi dengan memunculkan game-game yang mendominasi pasar seperti Mario Brothers dan The Legend Of Zelda

Inovasi Terus Berjalan

Walau jualan permainan nintendo pada saat itu sedang suksesnya, Nintendo terus bereksplorasi dan mengambil keputusan berani bereksplorasi yang beresiko. Mulai dari permainan kartu berubah ke mainin fisik. Kemudian Game Watch, Famicom, Game Boy, Super Nintendo, Nintendo DS, Nintendo Wii dan kini Nintendo Switch.

Selain inovasi dalam konsol permainan, Nintendo memenangkan pasar dengan menyediakan game yang menarik dan melahirkan karakter-karakter eksklusif yang sangat populer di dunia.

Nintendo selalu memberikan rasa baru pada setiap game-game baru yang akan mereka luncurkan. Hal itulah yang membuat Nintendo mampu mempertahankan pelanggan mereka dalam waktu yang panjang.

Di tahun 2021 Nintendo menguasai 29 persen market share. Nintendo memang bukan market leader di industrinya namun perusahaan ini berhasil menjaga eksistensinya di dunia gaming disaat banyak pusat game yang pada saat itu bangkrut atau tidaknya mengalami penurunan, sebutlah SEGA, Atari, Bandai, dsb.

Kegigihannya untuk Terus Berkarya

Sebagai salah satu hal yang membuat terus berkembang adalah karena kegigihannya untuk terus berkarya dengan inovasi walaupun tentu saja tidak semua produk permainan itu berhasil. Seperti misalnya Wii U yang merupakan feedback negatif dari konsumen dan juga ada beberapa produk lainnya yang menyebabkan nilai Nintendo sempat turun 80%

Namun tentu saja kegagalan tidak mau membuat Nintendo berhenti berinovasi. Dan dari inovasi-inovasi tersebut Nintendo mampu bangkit dan tumbuh lebih kuat. Sebagai pemimpin perusahaan, Hiroshi berani mengambil risiko sejak awal menduduki jabatannya dengan berinovasi dan terus mengeksplorasi setiap peluang yang dilihatnya.

Hiroshi tidak takut untuk gagal justru hal itu dijadikan alasan untuk terus berkembang.

Ia berani menjadi berbeda

Inovasi dan kreativitas pun membuahkan hasil disaat Hiroshi berani mengambil risiko dengan memberi kepercayaan pada seorang petugas kebersihan dan pegawai magang yang belum punya pengalaman.

Tips Pelajaran Penting

Belajar dari kisah perjalanan Nintendo yang panjang dan penuh dengan jatuh-bangun. Ada tiga pelajaran penting yang bisa kita ambil;

1. Tunjukkan Kemampuanmu

Jadilah kontributor dimanapun anda berada apapun posisi atau jabatan Anda saat ini. Jangan Anda berkecil hati. Sampaikan saja gagasan Anda. Tunjukan karya Anda. Anda tidak pernah tahu bisa jadi sebuah Gagasan dan karya Anda itu akan jadi ‘gamechanger’ untuk perusahaan Anda

2. Jangan Terpengaruh Arah Gerak Pemain Industri

Cari cara-cara baru untuk menciptakan lompatan nilai bagi pelanggan. Gunpei menciptakan Game Boy terinspirasi dari orang yang ada di kereta api. Shigeru memasukkan unsur cerita ke dalam game.

Kedua gagasan itu bukan pakem di industri pada saat itu. Keduanya ternyata mengubah industri game.

3. Jangan berhenti Hanya di Gagasan

Kesungguhan dalam mewujudkan gagasan itu menjadi pembeda antara karyawan biasa dan karyawan luar biasa.

Merealisasikan gagasan inovatif itu berat memakan waktu dan energi yang banyak apalagi jika harus berurusan dengan tekanan eksternal dan juga orang-orang yang nggak suka dengan gagasan kita.

Kisah Gunpei dan Shigeru membuktikan pada kita bahwa siapa saja termasuk Anda bisa menjadi inovator yang mentransformasi industri bahwa keajaiban kerap kali muncul dari tempat yang tidak terduga.

Sekarang giliran Anda, Ayo sampaikan gagasan Anda. Wujudkan inovasi Anda. Saatnya anda menghadirkan keajaiban dunia.

Referensi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *